Blog Buat Belajar

SEO, Blogging, Affiliate Marketing

Berpusing Ria dengan Hexo

- Posted in Programming by

Awalnya kenal Hexo dari Firebase. Kemaren saya mencari artikel tentang cara hosting website statis di firebase dan menemukan sebuah blog yang membahas firebase.

Saya cek di footernya blog tersebut powered by Hexo saya google, ternyata Hexo adalah sebuah SSG (static generator) atau program mirip CMS yang digunakan untuk membuat websites statis.

Hexo sendiri menggunakan nodejs sebagai platformnya. Selama ini saya kurang mengerti apa itu nodejs, npm dan cara install program menggunakan platform tersebut.

Tapi setelah mencoba hexo akhirnya saya tau ternyata nodejs tersebut bertindak sebagai sebuah server/backend layaknya Apache/Nginx/.Net, dll

Sebagai penyuka blog yang ringan dan tidak membutuhkan database seperti blog ini, saya tertarik untuk mendalami apa itu Hexo lebih lanjut.

Sebelumnya saya pernah membuat website statis dengan engine yang mirip yaitu Hugo dan sudah jadi di domain yang kini expired yaitu wonge.top

Tapi saya agak sungkan untuk mengupdate Hugo pada saat itu karena harus bolak-balik upload via Ftp jika ingin mengupdate artikel baru.

Sebenarnya hugo bisa dihosting di Github dan menggunakan service git untuk mengupdate konten baru. Tapi saat itu saya tidak memilih opsi tersebut dengan alasan SEO - saya butuh banyak IP untuk backlink.

Keuntungan Menggunakan Website Statis

Sebagai praktisi SEO saya membutuhkan banyak backlink yang berasal dari berbagai IP. Salah satu cara termurah adalah menggunakan hosting gratisan.

Sebagaimana yang kita tahu hosting gratis tentu tidak bisa diandalkan dalam masalah database SQLnya - saya sering mendapati hosting "error 500" karena overload di hostinger.

Dan juga ada banyak hosting gratis yang hanya memberikan space kecil yaitu mulai dari 5MB-50MB, serta tidak mendukung Apache/Nginx/Litespeed.

Intinya hosting tersebut hanya bisa digunakan untuk websites statis.

Nah disinilah website statis saya gunakan, selain hanya membutuhkan resource yang kecil, website statis yang digenerate via tool seperti Hexo dan Hugo menghasilkan output yang kecil, apalagi gambarnya dihosting menggunakan Image Hosting seperti Blogger, Google Photos dan CDN Hosting lainnya.

Sisi Lain dari Menggunakan Website Statis

Jika membuat website statis dengan menggunakan front page/dreamweaver tentu saja lebih mudah tapi tampilannya seperti kembali ke masa lampau.

Dengan menggunakan aplikasi yang menggenerate website tentunya kita sedikit terbantu, tampilan yang lebih eyecatching dibantu oleh dukungan theme yang banyak serta plugin-plugin untuk mengelola website lebih mudah. ` Tentunya dengan beralih ke platform baru (yang biasanya menggunakan wordpress), saya harus banyak belajar lagi secara otodidak bagaimana menggunakan aplikasi ini sehingga bisa digunakan untuk blog-blog lainnya.

Sampai saat inipun saya masih belajar menggunakan engine blog ini yaitu HTMLy walupun saya sudah mengenalnya lebih dari satu tahun.

Ilmu saya mengenai HTMLy masih sangat sedikit dibandingkan para blogger Indonesia lain yang juga menyukai CMS ini.

Sama seperti halnya dengan aplikasi baru ini yaitu Hexo, saya ingin membuat beberapa blog dengan bantuan tool SSG ini dan diharapkan bisa menambah diversifikasi platform yang saya gunakan nantinya.

Sekarang saatnya berpusing ria dengan Hexo

Posting ini dibuat selagi menunggu salah satu perintah npm yang lama sekali progressnya.

Comments